Cara Membuat Virtual Drive di Windows Server & Konfigurasi Aplikasi PHP 7 di Windows 11
| Juli 04, 2026 |
Pernahkah kamu mencoba menjalankan aplikasi modern pada sistem operasi yang sudah cukup lama? Beberapa waktu lalu, saya melakukan eksperimen menggunakan Windows Server 2003 untuk keperluan pembelajaran dan pengujian di lingkungan lab. Salah satu tantangan yang saya temui adalah bagaimana menjalankan aplikasi berbasis PHP 7 pada sistem Xampp di Windows 11 tersebut.
Meskipun terdengar tidak biasa, ternyata hal tersebut masih memungkinkan dilakukan dengan beberapa penyesuaian, mulai dari pengaturan virtual drive, konfigurasi direktori, hingga penempatan file proyek yang tepat. Pada artikel ini, saya akan membagikan langkah-langkah yang saya lakukan agar aplikasi dapat berjalan dengan baik di lingkungan tersebut.
Bagian 1: Menempatkan Aplikasi Web ke Direktori htdocs
Tahap pertama sebelum menjalankan aplikasi PHP adalah memastikan seluruh file proyek berada di lokasi yang dapat diakses oleh web server. Pada XAMPP, direktori utama yang digunakan untuk menyimpan proyek web adalah folder htdocs.
Langkah-langkah:
1. Siapkan Folder Proyek
Pastikan folder aplikasi yang akan dijalankan sudah tersedia di komputer. Pada tutorial ini, folder proyek yang digunakan bernama jasa.
2. Buka Direktori Instalasi XAMPP
Masuk ke lokasi tempat XAMPP terpasang, yang umumnya berada pada direktori berikut:
C:\xampp\htdocs
3. Pindahkan Folder Proyek ke htdocs
Buka folder htdocs, kemudian salin atau pindahkan folder jasa ke dalam direktori tersebut.
4. Pastikan Lokasi Folder Sudah Benar
Setelah proses pemindahan selesai, struktur direktori proyek seharusnya menjadi seperti berikut:
C:\xampp\htdocs\jasa
Sebagai referensi, Anda dapat melihat gambar yang disediakan untuk memastikan bahwa folder proyek telah ditempatkan pada lokasi yang benar.
Dengan menempatkan file aplikasi di dalam direktori htdocs, proyek PHP Anda kini siap diakses dan diproses oleh server lokal yang dijalankan melalui XAMPP.
Bagian 2: Menjalankan Server dan Mempersiapkan Database
Setelah folder aplikasi berhasil ditempatkan di dalam direktori htdocs, langkah berikutnya adalah mengaktifkan layanan server serta menyiapkan database yang akan digunakan oleh aplikasi. Database berfungsi sebagai tempat penyimpanan seluruh data yang dibutuhkan selama aplikasi berjalan.
1. Mengaktifkan XAMPP Control Panel
Sebelum aplikasi dapat diakses, pastikan layanan Apache dan MySQL telah berjalan dengan baik.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Buka XAMPP Control Panel melalui menu Start atau dari folder instalasi XAMPP.
2. Tekan tombol Start pada modul Apache dan MySQL.
3. Tunggu hingga kedua modul tersebut berubah menjadi warna hijau, yang menandakan bahwa web server dan database server telah aktif dan siap digunakan.
2. Membuat Database Baru
Agar aplikasi dapat menyimpan dan mengelola data, kita perlu membuat sebuah database dengan nama yang sesuai dengan konfigurasi pada aplikasi.
Langkah-langkah pembuatan database adalah sebagai berikut:
1. Buka browser, seperti Google Chrome, Microsoft Edge, atau Mozilla Firefox.
2. Ketik alamat berikut pada address bar, kemudian tekan Enter:
http://localhost/phpmyadmin
koneksi.php agar aplikasi dapat terhubung dengan database tanpa mengalami error.Bagian 3: Konfigurasi Koneksi & Uji Coba Aplikasi
Setelah database siap, langkah terakhir sebelum aplikasi dapat digunakan adalah memastikan kode program PHP Anda terhubung dengan database yang tepat.
1. Menyesuaikan File Koneksi
Setiap aplikasi web umumnya memiliki satu file pusat untuk pengaturan database (biasanya bernama koneksi.php, config.php, atau db.php).
1. Buka folder proyek Anda (misalnya C:\xampp\htdocs\jasa) menggunakan text editor (seperti VS Code, Notepad++, atau Sublime Text).
2. Cari dan buka file koneksi tersebut. Di dalamnya biasanya terdapat variabel konfigurasi seperti berikut:
2. Menjalankan Aplikasi di Browser
Setelah file kode program disimpan, saatnya menguji hasil konfigurasi Anda:
1. Buka web browser pilihan Anda.
2. Ketik alamat berikut pada address bar: http://localhost/jasa (sesuaikan kata jasa dengan nama folder proyek Anda jika berbeda).
3. Tekan Enter.
Jika halaman terbuka dengan normal dan tidak menampilkan pesan kesalahan (error), artinya aplikasi web Anda telah berhasil terhubung ke database dan siap digunakan!
Poin Perubahan yang Dilakukan:
Kodingan : Diubah menjadi Kode program agar lebih formal.Kamu : Diubah menjadi Anda untuk menjaga kesopanan teks panduan.
Buka web browser kesayangan kamu : Diubah menjadi Buka web browser pilihan Anda agar lebih profesional.
Password : Diubah menjadi Kata sandi (opsional, disesuaikan dengan konteks bahasa Indonesia yang baik).
Running Aplikasi : Diubah menjadi Menjalankan Aplikasi.
Agar File Aman: Mengamankan File dengan Perintah Atrib
Sebagai langkah keamanan tambahan, Anda dapat mengubah atribut file index.php menjadi Read-Only (hanya dapat dibaca). Atribut ini berfungsi untuk mencegah file utama aplikasi diubah atau dihapus secara tidak sengaja melalui File Explorer tanpa izin khusus.
Berikut adalah langkah-langkahnya menggunakan Command Prompt (CMD):
1. Membuka Folder Proyek di CMD
Ada cara cepat untuk membuka Command Prompt langsung di lokasi folder proyek Anda (C:\xampp\htdocs\jasa):
2. Menjalankan Perintah Atrib
Setelah jendela CMD terbuka, ketik perintah berikut dan tekan Enter:
Catatan:
1. Tanda+r berfungsi untuk mengaktifkan atribut Read-Only.2. Jika di kemudian hari Anda ingin mengedit kembali file tersebut, jalankan perintah
attrib -r index.php untuk menonaktifkannya.Catatan: Jika di kemudian hari Anda perlu melakukan pembaruan (update) atau menyunting (edit) file tersebut, Anda cukup mengganti tanda plus (+) menjadi minus (-) dengan menjalankan perintah: attrib -r index.php.
Bagian: Menambahkan Virtual Drive Baru Sebelum dapat digunakan pada Windows Server 2003, kita perlu mengonfigurasi atau membuat alokasi hard disk tambahan secara virtual terlebih dahulu.
Buka Pengaturan Mesin Virtual: Pastikan mesin virtual Windows Server 2003 dalam kondisi Hidup/Bisa di Matikan jika perlu. Selanjutnya, klik kanan pada mesin virtual tersebut di VirtualBox, kemudian pilih menu Settings untuk membuka pengaturan.
Masuk ke Menu Storage:
Pada jendela Settings, pilih tab Hardisk yang berada pada panel digambar berikut.
Menambahkan Hard Disk Virtual:
Setelah masuk ke menu Settings , lanjutkan dengan menambahkan hard disk virtual yang akan digunakan pada mesin virtual tersebut.
Disk Management, kemudian cari storage berukuran 15 GB yang telah dibuat sebelumnya. Setelah itu, klik kanan pada storage tersebut, pilih New Partition, lalu ikuti proses konfigurasi dengan menekan tombol Next hingga selesai (Finish).My Computer. Storage Virtual Disk yang telah dibuat sebelumnya akan muncul sebagai drive baru dan siap digunakan untuk menyimpan data atau file sesuai kebutuhan.
0 komentar:
Posting Komentar